Aplikasi Sistem Operasi

Squid

Posted on: Desember 2, 2008

Squid1

udah banyak orang yang tau , tentang squid ini,,,,,??
dimana squid ini merupakan hewan laut yang lunak , yang memiliki protein yang tinggi …
dimana hewan ini banyak sekali di temuin pada laut indonesia ……..
kita bisa membuat makanan dengan berbagai olahan ,,,dari cumi cumi ini .
namun bagi orang yang alerghi akan makanan laut , disarankan untuk tidak memakan2 ini.

namun ada juga squid yang disalah artikan , untuk squid yang satu ini dapat digunakan dalam jaringan komputer yang mana squid ini dibutuhkan untuk melakukan share terhadap koneksi internet.
dimana dengan menggunakan squid ini kita bisa melakukan share koneksi internet kepada komputer lain
yang tidak memiliki koneksi internet.selain itu dengan menggunakan squid ini kita bisa melakukan penghematan terhadap pemasangan jaringan serta layanan yang digunakan.
squid berfungsi sebagai proxy , yang mana dapat mengurangi koneksi atau request dari cliet ke internet, jadi proxy akan melakukan request terhadap halaman web yang ingin di akses oleh cliet bila halaman tersebut tidak terdapat pada cache proxy.

maklom kali ini gw copi pasti dari tetangga, silakan di coba , maklom abies modul 7 ngk ada praktikum lagi . kecuali ada yang susulan ,

Baca entri selengkapnya »

London, 27 Oktober 2008: Canonical Ltd. mengumumkan ketersediaan Ubuntu® 8,10 Desktop Edition untuk di download gratis pada tanggal 30 Oktober. Dalam berita terkait, juga resmi mengumumkan peluncuran serentak Ubuntu 8,10 Server Edition.

Ubuntu 8,10 Desktop Edition dirancang untuk terhubung dengan gaya hidup digital. Dengan dukungan jaringan 3G baru, pengguna dapat berpindah dengan lancar dari jaringan kabel dan WiFi ke jaringan ponsel 3G saat bepergian. Ubuntu 8,10 juga dibangun untuk berbagi – pengguna dapat memulai “guest session” dengan cepat dan membiarkan seseorang menggunakan komputer mereka untuk surfing web atau memeriksa email, dengan tetap menjaga keamanan dan integritas data mereka sendiri. Dan jika orang tersebut benar-benar menikmati sesi singkat mereka sebagai tamu Ubuntu, mereka dapat menempatkan Ubuntu di USB dan membawa ke rumah untuk menginstal pada komputer mereka sendiri daripada harus membakar CD.

Sebagai bonus, semua pengguna Ubuntu 8,10 akan dapat menikmati program dari BBC, dengan streaming konten kualitas tinggi yang tersedia melalui pemutar media standar di Ubuntu 8,10. Canonical telah bekerja dengan BBC untuk memastikan bahwa sebagian besar bahan tersedia untuk pengguna di semua lokasi.

“Ubuntu 8,10 terlihat kami meletakkan dasar kerja yang berbeda sekali, lebih mobile, lingkungan komputasi desktop lebih dari dua tahun ke depan,” kata Jane Silber, COO dari Canonical dan kepala layanan online untuk Canonical. “Siklus rilis kami yang cepat berarti kami dapat memberikan dukungan untuk elemen ini masa depan yang lebih cepat, lebih menyadari sepenuhnya, dan kemasan yang lebih menarik daripada vendor OS tradisional. Ubuntu 8,10 memiliki banyak fitur yang tanda-lama bagaimana Linux akan menyediakan drive dan inovasi di komputasi desktop.”

“Bekerja dengan teknologi open source seperti GNOME, Ubuntu 8,10 menyediakan fitur baru untuk menarik pengguna seperti membuat sistem yang selalu hidup yang menghubungkan secara lancar jaringan nirkabel dan selular,” kata Stormy Peters, direktur eksekutif GNOME Foundation. “Pengguna tidak perlu khawatir tentang mencari jaringan – komputer mereka selalu terhubung. Ini adalah langkah besar untuk kedua ponsel dan komputasi desktop.”

Fitur-fitur
Dukungan 3G

Untuk konektivitas konstan publik WiFi memiliki keterbatasan. Perbaikan manager jaringan di Ubuntu 8,10 menjadikannya sederhana untuk mendeteksi dan menyambung ke jaringan 3G dan mengelola konektivitas. Konektivitas ini disampaikan melalui sebuah built-in modem 3G, melalui dukungan ‘dongle’, melalui ponsel atau melalui Bluetooth. Ini adalah sebuah lingkungan kompleks yang Ubuntu 8,10 sederhanakan melalui satu antarmuka dan auto-deteksi dari banyak perangkat yang paling populer.

Tulis Ubuntu ke dan instalasi dari USB Drive

Ubuntu telah tersedia bagi pengguna sebagai image untuk CD dan DVD-to-date. Tetapi CD dan DVD yang lambat, kurang portabel dan kurang nyaman dibandingkan stik USB. Sekarang, sebuah aplikasi sederhana di Ubuntu akan memungkinkan pengguna untuk menulis Ubuntu pada USB drive, bahkan versi modifikasi dari Ubuntu dengan data mereka di dalamnya, sehingga dapat dibawa ke mana-mana untuk ditancapkan dan gunakan pada setiap mesin.

Sesi Tamu

Dalam dunia yang ‘selalu on’ komputasi itu lebih mungkin bahwa pengguna meminjamkan komputer mereka untuk kolega atau teman di konferensi, kafe atau di pesta sehingga mereka dapat memeriksa email, dll. Sesi tamu memungkinkan pengguna untuk mengunci sesi dengan mudah sehingga tamu dapat menggunakan sistem penuh tanpa gangguan dengan program atau data.

Konten
BBC

Memulai pemutar media dalam Ubuntu (Totem Movie Player dan Rhythmbox) meluncurkan menu konten yang dipilih dari penyiar yang bebas ke udara. Ini adalah campuran video, radio dan podcast dan tersedia dalam kualitas tinggi, banyak diantaranya dapat dimainkan menggunakan codec non-eksklusif. Konten akan terus diperbarui melalui streaming korporasi dan akan bervariasi tergantung pada lokasi, meskipun beberapa konten akan tersedia untuk setiap pengguna.

Tambahan desktop Gnome 2,24 *

Proyek lingkungan desktop GNOME merilis versi terbaru yang dimasukkan ke dalam Ubuntu 8,10. Fitur baru menyertakan pesan instan klien baru, built-in tracker waktu, perbaikan manajemen file dan toolbar ditambah beberapa dukungan yang lebih baik untuk memantau dengan menggunakan kemampuan untuk mengatur resolusi layar monitor.

Harga, Ketersediaan dan Informasi Teknis

* Tour tambahan fitur dan informasi tersedia di www.ubuntu.com.
* Ubuntu 8,10 Desktop Edition adalah gratis dan tersedia pada Kamis 30 Oktober di http://www.ubuntu.com/download.
* Server press release dapat ditemukan di http://www.ubuntu.com/news/ubuntu-8.10-server.

Tentang Canonical Ltd

Canonical Ltd, sponsor komersial dari Ubuntu, adalah sebuah organisasi global yang berkantor pusat di Eropa berkomitmen untuk pengembangan, distribusi dan dukungan produk dan masyarakat perangkat lunak open source. Dukungan komersial kelas dunia 24×7 untuk Ubuntu tersedia melalui Canonical tim dan mitra pendukung global. Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2004 Ubuntu telah menjadi salah satu distribusi Linux yang dianggap paling tinggi dengan jutaan pengguna di seluruh dunia.

Ubuntu akan selalu bebas untuk didownload, gratis untuk digunakan dan bebas untuk didistribusikan kepada orang lain. Dengan tujuan-tujuan tersebut dalam pikiran, Ubuntu bertujuan untuk menjadi sistem Linux yang paling banyak digunakan, dan merupakan pusat ekosistem global perangkat lunak open source. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.canonical.com atau www.ubuntu.com.

* Press release yang asli menyatakan bahwa pada Ubuntu 8,10 terdapat alat konferensi audio dan video Ekiga 3,0. Ini merupakan suatu kesalahan dan aplikasi ini tidak akan terdapat di Ubuntu 8,10.

Perjalanan Unix dan Linux dari tahun ke tahun …..

1) Melakukan instalasi Linux dengan distro selain turunan Debian (pilih turunan Red Hat atau Slackware).

2) Sebutkan langkah-langkah instalasinya secara lengkap (dalam bentuk tutorial bagi pemula).

Aturan instalasi:

a) User name          :  <NIM>

b) Computer Name :  <Nama>

3) Capture/Print Screen :  Desktop, Console/Terminal, User Login/User Management

4) Dikumpulkan dalam bentuk hardcopy dengan format bebas rapi.

5) Deadline pengumpulan tugas Senin, 13 Oktober 2008 pukul 17.00 WCL.

TTD

AsPrak Sistem Operasi

Hubungan Anggota Erat

“SAYA termasuk anggota yang ikut sejak awal klub ini ada. Kalau mengikuti perkembangannya, alhamdulillah KLB sudah terus berkembang. Bukan saja jumlah anggota milisnya, tetapi orang-orang yang sering bertemu langsung pun semakin banyak. Yang paling seru, KLB ini kan kuat karena ada klub-klub Linux di kampus-kampus. Makanya, hubungan antarsesama klub pun cukup erat. Kalau KLB ada kegiatan, klub-klub ini saling support. Ke depan, KLB tidak hanya ingin puas dikenal oleh para tukang ngoprek Linux, tetapi juga oleh masyarakat luas. Inilah tantangan KLB ke depan. (Eriyanti/”PR”)***

Bisa Membangun Sendiri

“ALHAMDULILLAH, dengan aktif di klub ini kita bisa ngoprek apa saja tentang Linux. Hasilnya, kita bisa membuat model-model aplikasi baru berbasis Linux. Umpamanya, saya sudah mencoba membuat semacam SMS gateaway, distro Linux, dan versi-versi Linux yang lain. Hal ini tentu saja sangat menantang karena dari situ kita bisa mengembangkan dan menghasilkan sesuatu yang baru. Kalau sudah jadi, kan bisa mendatangkan uang juga. Sedangkan untuk keorganisasian, kita masih ingin terus menyebarluaskan Linux ini kepada masyarakat agar masyarakat juga terdorong untuk ngoprek. Biar seru!” (Eriyanti/”PR”)***

Pokoknya Sangat Mengasyikkan

“TERUS terang, bergabung di Klub Linux Bandung (KLB) ini seru banget. Kita bisa sering ketemu orang-orang yang suka open source. Di sini kita bisa saling berbagi info terbaru tentang Linux. Enggak cuma itu, kalau sudah ketemu langsung, bukan di dunia maya, lebih seru lagi. Apalagi kegiatan kita juga didukung dosen. Malah sekarang saya dan kawan-kawan yang aktif di Klub Linux STMB Telkom didukung untuk lebih mengaktifkan organisasi. Rencananya kita mulai membuat kegiatan yang lebih teragenda sehingga akan dapat diakomodasi oleh kampus. Aktif di Klub Linux itu banyak manfaatnya. Kita bisa open source gratisan, ketemu banyak orang yang lebih asyik ilmu dan pengetahuan software-nya, didukung lagi sama kampus. Pokoknya, sangat mengasyikkan….” (Eriyanti/”PR”)***

Memandirikan Bangsa

“LINUX itu sistem operasi open source atau source code programnya terbuka dan bebas digunakan siapa saja dan bebas bayar lisensi. Karena terbuka, orang-orang bisa belajar bagaimana sistem operasi tersebut dibuat (bekerja) atau algoritmanya. Orang-orang juga bisa membuat atau mengembangkan sistem operasi sendiri dengan meniru atau berbasis dari Linux. Hal-hal itu yang membedakan dengan Microsoft sehingga bagi banyak kalangan, khususnya mahasiswa, sangat bermanfaat. Di samping bisa belajar banyak dari open source Linux seperti logika pemrograman, algoritma, coding, bangunan rekayasa, dan perangkat lunak, mereka pun ke dapan akan menguasai software open source. Dalam jangka panjang, hal ini akan membuat bangsa Indonesia mandiri dan bersaing dalam mengembangkan sistem operasi dan aplikasi lainnya. Apalagi ada komunitas seperti ini. Akan tetapi, kunci utamanya tetap pada kebijakan pemerintah, mau di mana sebenarnya industri TIK ini.” (Eriyanti/”PR”) ***

Ir. Budhi Yogaswara, M.T.
(Pimpinan Telkom Professional Development)
Zulhamsyah Alief
(Mahasiswa Institut Manajemen Telkom)
Rolly Maulana Awangga
(Mahasiswa Institut Teknologi Telkom)
Yudha P. Sunandar
(Mahasiswa Magister Unpad) Penulis:

disunting dari :

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=34475

PADA open source arah perkembangan dan nasib perangkat lunak (software) tidak hanya di tangan vendor, tetapi bisa di tangan pengguna. Inilah manifesto yang kemudian dikembangkan menjadi pergerakan software gratis di seantero dunia.

Manifesto ini secara laten dan pasti telah menggiring para pecinta teknologi informatika komputer (TIK)–yang dikuasai kalangan muda–untuk mengembangkan hal-hal baru dari software yang ditawarkan. Ini sejalan dengan konsep lisensi copyleft sebagai antitesis dari copyright yang dikeluarkan RMS sendiri selaku penggagas free open source.

Bahkan pada perkembangan selanjutnya, semangat free open source ini banyak dikembangkan komunitas-komunitas. Internet menjadi media yang mempercepat pergerakan Linux/GNU dalam “meruntuhkan” pasar yang sebelumnya dikuasai Microsoft dan kadung menjadi “otak” bagi para pengguna komputer.

Dengan semangat open mind, komunitas-komunitas ini menyebarluaskan software gratis kepada masyarakat. Mereka menyebutkan, sistem Linux lebih stabil, aman dari virus, bebas cracker, dan tentu saja gratis. Kata terakhir itulah yang menjadi “magnet” bagi tukang “ngoprek” software– yang selama ini dikartel secara monopoli oleh Microsoft–untuk membuat aplikasi-aplikasi baru.

Perkembangan kernel Linux sendiri semakin portable ke mesin/komputer. Selain x86/PC, tetapi juga ke mesin/komputer yang dibuat oleh vendor-vendor Unix seperti Sparc SUN, PowerPC IBM dan Macintosh, Alpha DEC, dan lain-lain. Berkembang juga aplikasi-aplikasi untuk kebutuhan lengkap sebuah sistem operasi.

Sistem operasi yang lengkap ini kemudian disebut sebagai distro karena saking banyaknya pribadi atau lembaga yang meramu software GNU menjadi sistem operasi yang siap pakai. Beberapa distro utama kita kenal seperti Debian, Slackware, Redhat/Fedora, Mandrake, Gentoo, dan YellowDog.

Tahun 2000-an distro Linux ini semakin berkembang sampai ke hal praktis dalam bentuk live CD, yaitu boot melalui CDROM dan Linux secara instan siap dipakai bekerja. Perkembangan lain adalah sistem embedded, yaitu menjadikan Linux sebagai sistem operasi pada hardware khusus seperti telepon selular, PDA, router, atau firewall.

Tak berhenti sampai di situ, para develover yang tergabung di komunitas-komunitas juga mengembangkan aplikasi-aplikasi baru berbasis Linux dengan tetap berpegang pada etika copyleft Linux/GNU. Mereka membuat distro-distro baru yang menyediakan berbagai layanan baru tentang Linux/GNU. Bahkan, Klub Linux Bandung (KLB) mempunyai event khusus untuk mengenalkan produk baru itu, yakni release party.

Pada event release party inilah para pecinta software saling bertemu dan menawarkan hasil temuan-temuan barunya. Dengan semangat free open source, aplikasi-aplikasi tersebut diperbanyak secara gratis. “Kalau kita mau, bisa juga sih kita jual. Tetapi, kita belum sampai ke situ. Toh, semangat awalnya juga kan komputer untuk semua kalangan,” ujar Rolly Maulana Awangga, Manager Finance KLB.

Kendati demikian, ketika user sudah semakin banyak, bisnis open source pun tak terhindarkan. Made Wiryana, dosen Universitas Gunadarma dan mahasiswa doktoral di Universitas Bielefeld Jerman, dalam tulisannya menyebutkan, telah terjadi persaingan hebat antarpengembang open source.

Hanya saja, berbeda dengan bisnis software sebelumnya, bisnis ini tidak berdiri sebagai suatu produk yang dijual. Tetapi, akan dikemas menjadi satu dengan jasa lainnya, misal jasa instalasi, kustomisasi, implementasi, pelatihan yang dikemas menjadi satu paket produk.

Misalnya, SuSE <http://www.suse.com&gt; dengan distribusinya membuka peluang untuk memperoleh projek di beberapa bank di Jerman. Saat distribusi yang dikemas SuSE ditawarkan dengan solusi terpadu, banyak pihak (terutama di Eropa yang berpusat di Jerman) memercayai SuSE untuk membangun jaringan mereka, lengkap dengan support dan pelatihan. Sebagai contoh akselerator partikel di Jerman, DESY http://www.desy.de menggunakan SuSE Linux di semua workstation yang digunakannya. Sparkasse Bank di Jerman juga memanfaatkan SuSE Linux.

Mungkin itulah sebabnya mengapa KLB sebagai komunitas mendapat banyak dukungan dari pemerintaha maupun swasta. Terutama dalam penyelenggaraan event sosialisasi gerakan software gratis di Indonesia. Bukan hal yang tidak mungkin toh, projek yang semula gratisan ini justru dapat menjadi ladang bisnis tersendiri. Seperti halnya yang sudah berkembang di negara-negara maju Eropa. (Eriyanti/”PR”)***

dikutip dari :

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=34476

Klub Linux Bandung (KLB)
Menyebarkan “Virus” Linux

MASUK ke komunitas yang satu ini ibarat kita berada di tengah area yang dipenuhi oleh aura penuh semangat. Bukan lantaran anggotanya yang relatif masih berusia muda (mahasiswa), tetapi memang aktivitas mereka yang getol mencari hal-hal baru yang berkaitan dengan program dan sistem operasi komputer, khususnya yang berbasis open source (OS) Linux.

Sebagai bagian dari Linux User Group (LUG) yang menjalankan konsep Linux Movement, komunitas ini pun menamakan dirinya sebagai Klub Linux Bandung (KLB). Komunitas yang berdiri pada 11 Agustus 1998 ini dirintis oleh sembilan orang sukarelawan. Setelah 10 tahun berdiri, lebih kurang 150 orang terdaftar aktif menjadi anggota milis ke klub ini, sedangkan anggota yang rajin kopi darat lebih kurang 20-30 orang.

Anggota KLB adalah mahasiswa yang berminat dan punya hobi pada Linux dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Bandung. Mereka umumnya juga anggota klub Linux di kampus masing-masing. “Jadi, selain bergabung di KLB, anggota juga bergabung dengan klub Linux di kampus masing-masing,” ujar Yudha P. Sunandar, Sekretaris KLB didampingi Rolly Maulana Awangga dan Zoelhamsyah Alief.

Secara gender, KLB didominasi oleh kaum Adam. Tak heran, jika sudah bertemu kelakar khas pria bermunculan. “Sebenarnya ada juga anggota cewek. Namun, mereka bergabung di klub Linux khusus perempuan yang disebut Kluwek,” ujar Yudha menambahkan.

Sebenarnya, menurut Yudha, KLB tidak membeda-bedakan gender. Siapa pun yang berminat dan hobi mengutak-atik Linux bisa bergabung. Selain sebagai media komunikasi, klub juga berfungsi sebagai organisasi yang memperkenalkan, mempromosikan, mendukung, serta membantu pengguna sistem operasi Linux. Mengingat Linux merupakan sistem operasi yang terbuka dan baru. “Sejak awal, sistem operasi Linux sangat terbuka dan siapa pun dapat mengembangkannya. Makanya, penataan klub tidak kaku seperti organisasi-organisasi yang lain,” ujar Yudha.

Karena tidak punya sekretariat tetap, pertemuan rutin digelar di mana saja. Bisa di kafe, tempat makan, atau area nongkrong anak muda seperti Common Room, dan banyak tempat lainnya. Mereka pun belum mempunyai kartu dan iuran anggota yang mengikat. “Ke depan, hal ini memang harus kita pikirkan. Namun, tidak kemudian menjadikan klub harus kaku dan formal. Sebab, klub hanya sebagai komunitas hobi yang bersifat sangat mobile. Kita bisa bertemu dan ngumpul di mana saja, yang penting ada yang bisa kita saling share,” ujar Zoelhamsyah.

KLB bertujuan memperkenalkan Linux sebagai sistem operasi alternatif di komputer PC, terutama untuk yang sudah bosan dengan sistem operasi yang tertutup. Itulah sebabnya, makin sering anggota klub ngoprek, makin banyak ditemukan hal-hal baru dari sistem berbasis Linux. “Pendek kata, KLB ingin memperkuat kembali gerakan penyebarluasan penggunaan free software, open source, dan Linux di negeri ini,” ujar Yudha.

Skala internasional

Kendati KLB terkesan sangat santai dan fleksibel, tidak demikian halnya dengan kegiatan. Ada dua jenis kegiatan yang biasa digelar klub yaitu rutin dan nonrutin. Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap bulan merupakan forum pertemuan resmi organisasi. Forum ini pula yang digunakan untuk membicarakan teknologi Linux secara umum. Kegiatan rutin lainnya adalah bengkel kerja. Kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan minat individu yang dilakukan secara bersama-sama dalam jangka waktu tertentu.

Sementara itu, kegitan nonrutin, antara lain festival instalasi, demonstrasi aplikasi, pameran, dan seminar. Festival instalasi berupa kegiatan instalasi Linux untuk umum yang dilakukan secara berkala, tetapi tidak rutin bergantung pada jumlah peminat. Kegiatan demontrasi aplikasi berupa kegiatan yang dilakukan untuk memeragakan aplikasi Linux baru ataupun lama. Kegiatan ini dilakukan anggota yang menggunakan aplikasi tersebut.

Untuk kegiatan pameran, biasanya diisi dengan berbagai peragaan Linux untuk umum yang dilakukan bersamaan dengan pameran komputer atau pameran sendiri. Sementara itu, seminar digelar lebih sebagai sarana promosi serta pengenalan Linux kepada individu ataupun masyarakat luas.

Yang sangat luar biasa, KLB pernah mendatangkan penggagas Linux Richard M. Stallman ke Bandung. Pada kesempatan itu, sang penggagas Linux berbicara tentang past, present, and future di ITB. “Kalau mau disebut skala internasional, mungkin bisa juga. Tapi kita sih ngerasa agenda ini bagian dari menyebarluaskan Linux kepada masyarakat,” ujar Yudha.

Selain dua jenis kegiatan tadi, KLB juga menyusun projek-projek klub. Projek-projek klub merupakan kontribusi klub untuk masyarakat pengguna Linux maupun masyarakat umum. Projek-projek tersebut antara lain, pelatihan Linux untuk umum, dukungan teknis untuk umum bekerja sama dengan perusahaan penyedia perangkat keras dan perusahaan jasa dukungan teknis. Selain itu, ada juga penjualan CD Linux untuk area Bandung dan sekitarnya, riset pemanfaatan maupun pengembangan Linux, dan kerja sama dengan badan-badan terkait dalam rangka memopulerkan Linux sebagai sistem operasi yang murah dan andal.

Menurut Yudha, KLB juag bersinergi dengan berbagai organisasi sejenis. Dalam skala lokal Bandung, KLB berjejaring dengan klub-klub Linux yang ada di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Sementara itu untuk skala nasional, KLB menjalin hubungan dengan Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) yang merupakan induk dari klub-klub yang terdapat di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Medan, dan Bali. Klub-klub ini mengadakan konferensi dan pertemuan seluruh anggota.

Konferensi pertama diselenggarakan di Bali dengan topik merancang hubungan antarklub, mengoptimalkan kerja sama antarklub, dan mencari berbagai peluang yang mungkin dikembangkan dari pencarian terhadap sistem-sistem yang ditawarkan Linux. “Di konferensi itu, kita bisa bertemu dengan para pencinta Linux se-Indonesia dan memilih ketua KPLI,” tutur Yudha.

Dengan semua jejaring ini, kata Yudha, KLB menerima, menyalurkan, dan memberikan dukungan dan bantuan kepada para pengguna Linux di Indonesia atau di luar negeri. KLB juga mempererat hubungan antarpemakai Linux di Indonesia dan merangsang masyarakat Linux yang juga merupakan masyarakat internet Indonesia untuk turut berperan aktif di dunia Internet.

Yang membanggakan, KLB sudah mendapat dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak terkait teknologi informatika komputer. Dukungan mengalir dari Mensristek, Menkominfo, PT Telkom, IGOS, Ubuntu, dan berbagai perguruan tinggi negeri/swasta lainnya yang mengembangkan Linux di institusi tersebut. Malah sejak 2004 seluruh klub yang berada di bawah KPLI dipercaya menyukseskan program “Indonesian Global Source”. Selain itu, bersama Depkominfo terlibat dalam program “Indonesia ICT Award 2008″ atau INAICTA 2008.

Menurut Manager Finance KLB, Rolly Maulana Awangga, meskipun organisasi tidak memungut iuran rutin anggota, selalu saja ada dana bantuan. Baik dari perseorangan, kelompok, maupun lembaga pemerintahan dan swasta. “Alhamdulillah, setiap kegiatan selalu masih bisa kita atasi. Karena banyak pihak yang mendukung kegiatan kita,” ujar Yudha dengan nada semangat. Mau bergabung? (Eriyanti/”PR”)***

dikutip dari :

http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=34477

Katalog

Info Terkini

 

Free Domain

 

.view .click .make money
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.